Bahaya!!!! Konsumsi CILOK yang Berlebihan.
Makanan yang satu ini selalu dicari banyak orang, terutama dikalangan pelajar, mahasiswa, dan orang tua. Semua sangat menyukai makanan sampingan yang enak di mulut. Selain itu dengan harga yang murah dan mendapat kuantitas banyak membuat diburu semua orang. Seperti mahasiswa seperti saya yang jauh dari rumah, harus dengan baik memanfaatkan uang saku yang diberikan orang tua. Kita memilih makanan yang membuat perut kenyang, dengan harga yang murah. Intinya perut kenyang tapi murah. Kita jarang memikirkan ke depan akan fungsi makanan yang telah kita konsumsi. Apalagi di pinggir jalan banyak dijumpai pedagang kaki lima yang menjual makanan-makanan ringan atau cemilan. Seperti pedagang cilok selalu ramai dikerumuni para pelajar yang istirahat atau pulang sekolah.
Cilok yang dari jaman ke jaman semakin bervariasi, ada cilok daging, cilok bakar, dan cilok kukus. Cilok memang terasa nikmat dimakan saat perut lumayan lapar. Cilok adalah makanan yang berbahan dasar dari tepung kanji (tepung tapioka; tepung singkong) ini yang menjadikan harganya murah. Ditambah dengan sedikit daging sebagai kaldu atau pedagang lebih sering menggunakan bahan tambahan perasa kaldu untuk meminimalkan biaya produksi. Cilok tidak bisa dipisahkan dengan saus yang merah pekat, saus tambahan kacang, kecap, dan sambal. Saus yang merah ini yang perlu dikhawatirkan karena menggunakan pewarna yang berbahaya dan tidak baik untuk tubuh jika dikonsumsi secara berlebih, yaitu rodamin B. Pewarna tekstil ini dapat merusak sistem kerja ginjal. Karena ginjal akan bekerja lebih keras untuk meneteralisir racun dalam tubuh. Tidak hanya pewarna yang membahayakan, bahan baku dari saus tersebut juga memprihatinkan. Komposisinya adalah wortel yang tidak dikupas (hanya dicuci di air sungai yang mengalir) bahkan wortel yang busuk, pepaya, dan sedikit tomat.
Jadi hampir sedikit gizi yang dikandung cilok, kurangi konsumsi cilok yang berlebih. Setidaknya seminggu satu kali untuk menghindari penumpukan bahan-bahan berbahaya yang tidak mampu diterima oleh tubuh.